This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 21 Januari 2013

Orang "Pandai" adalah Yang Beramal Untuk Akhirat

khotbah mufti mekah di ldiiPondok Pesantren Walibarokah LDII Kota Kediri kembali dikunjungi oleh seorang mufti makkah serta dosen di  Ma’had Haram Makkatul Mukarromah pada Kamis malam 17/01/2013 pukul 22.00 WIB. Alhamdulillah dalam kunjungannya, beliau berkenan untuk memberikan ilmu dan nasehat dihadapan para pengurus dan santri LDII.
Khutbah oleh Syeikh Sulaiman Fifi
Dunia memang sedang bermasalah dengan moralitas. Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi dibangga-banggakan, sementara ilmu agama ditinggalkan, umat manusia mengalami kemerosotan moral sekaligus peradaban. Agar selamat dunia dan akhirat, umat Islam harus meningkatkan ketaqwaannya kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’aala.

Ketaqwaan merupakan ro’sul hikmah (puncak hikmah), dengan taqwa seseorang akan beruntung di dunia dan akhirat. Masalah ketaqwaan inilah yang menjadi pokok pembicaraan dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh Syeikh Sulaiman Fifi seorang dosen Ma’had Haram yang berkunjung ke Pondok Pesantren Walibarokah LDII Kediri.

"Al Khouf Minalloh adalah At Tauhid"

“Taqwa adalah al khouf minalloh, mengamalkan perintah Alloh, ridho terhadap qodar Alloh dan mempersiapkan diri untuk menghadap kepada Alloh”, kata Syeikh Sulaiman dalam khutbahnya yang disampaikan di masjid Jabal Nur PAC LDII Kumbokarno Wonosalam Jombang (18/01/13).

Kemudian dalam uraiannya, Syeikh Sulaiman menyebutkan bahwa yang dimaksud Al Khouf Minalloh adalah At Tauhid, kemudian praktek amalan yang paling tinggi setelah tauhid adalah mengerjakan solat lima waktu, selanjutnya adalah zakat, puasa romadlon serta haji ke baitulloh bagi yang sudah mampu.

Nerimo terhadap rizqi dari Alloh atau qona’ah adalah termasuk bagian dari ridho terhadap qodar dari Alloh. Sedangkan yang terakhir dari perincian taqwa sebagaimana disampaikan oleh Syeikh Sulaiman adalah mempersiapkan diri untuk menghadap kepada Alloh di hari qiyamat dengan cara bagaimana seseorang bisa menghiasi diri dalam hidupnya ini dengan amal-amal yang baik sehingga bisa khusnul khotimah dan tidak melumuri diri dengan amal-amal yang jelek selama hidupnya sehingga menjadi hidup yang suu’ul khotimah na’uudzu billaahi min dzaalik. (gB)
Sumber: walibarokah.org

Minggu, 06 Januari 2013

Negeri Krisis Moral, Pendidikan Seperti Apa Yang Dibutuhkan?

Merebaknya perilaku menyimpang di masyarakat akhir-ahir ini khususnya kalangan remaja,merupakan satu bukti kemerosotan akhlak masyarakat yang terus terkikis Mereka sudah tidak lagi terikat dengan agamanya..
Demikian sambutan pembukaan ketua DPP LDII Sobar Wiganda mewakili Ketua Umum pada acara diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan pada hari ini (Rabu 21/3) di lt.3 Kantor DPP LDII Jl. Arteri Tentara Pelajar no.28 Senayan Jakarta Pusat.

Diskusi kebangsaan yang menghadirkan Tokoh P
endidikan seperti Ki Supriyoko dari Taman Siswa Jogyakarta, KH. Mahrus Amin dari Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, hadir juga sebagai nara sumber ,Musliat Wakil Menteri dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI .

Diskusi yang bertemakan Pentingnya Pendidikan
Akhlak di negeri Krisis Moral ini dipandu oleh Moderator Hidayat Nahwi Rasul dari Pemimpin Redaksi Majalah Nuansa.

Banyaknya kemaksiatan seperti meluasnya penyalahgu
naan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, durhaka kepada kedua orang tua, tawuran antar pelajar, antar kelompok adalah segelintir contoh dan bukti betapa generasi bangsa semakin jauh dari sentuhan nilai-nilai Akhlakul Karimah dan sudah hilangnya rasa malu. Sehingga dipertanyakan bagaimana sistem pendidikannya, karena perilaku menyimpang justru terjadi di lembaga pendidikan, ungkap Musliat,Wakil Menteri pendidikan dan kebudayaan mengawali diskusinya.

Yang paling menakut
kan lagi menurutnya adalah hilangnya rasa saling menghormati bahkan rasa memiliki Negara tercinta ini.”Mestinya bisa memilah, kalau pemerintah yang salah ya Pemerintahannya, jangan negaranya yang dijelekkan dengan merusak kepentingan masyarakat banyak”,

Hal-hal yang terjadi diatas adalah merupakan bentuk kepr
ihatian nasional, sehingga dengan demikian Mendikbud berkesimpulan bahwa pendidikan karakter bangsa harus masuk ke dalam kurikulum nasional. Lebih lanjut Wamendikbud juga mengapresiasi kepada LDII yang memiliki infrastruktur yang cukup dan punya massa yang cukup banyak, organisasi yang mapan sampai ke grass root.

Dalam kesempatan itu Mendikbud juga menjelaskan bahwa saat ini sedang memproses ulang
kurikulum nasional untuk memasukkan kembali Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan sebagai mata pelajaran di tingkat dasar dan menengah. Termasuk didalamnya adalah pendidikan Akhlak didalam mata pelajaran Agama.

Bahwa ternyata untuk memperbaiki Akhlak budi pekerti bangsa bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, melainkan menjadi tanggung jawab kita semua terutama sebagai ormas keagamaan.

Sementara Ki Supriyoko tokoh pendidikan asal Jogyakarta yang sekaligus sebagai pimpinan Taman Siswa kepada LDII berpesan agar terus menyerukan kepada semua msyarakat tentang budi pekerti yang sudah di tauladani oleh Rosululloh SAW dengan hikmah, dan bantahlah jika ada yang menentang dengan cara lemah lembut, itupun bila perlu. Lebih lanjut Ki Supriyoko menjelaskan bahwa tandanya bangsa itu sudah krisis moral apa bila sudah terjadi penyimpangan social, perbuatan asusila, dan korupsi sudah membudaya.

Sebagai pembicara terakhir, pada diskusi kebangsaan yang diselenggarakan oleh DPP LDII, KH. Machrus Amin menyampaikan pentingnya pembangunan Bangsa melalui Pendidikan Pondok Pesantren. Karena menurutnya didalam Pondok Pesantren ada pilar-pilar pendidikan yang meliputi pembinaan jiwa seperti keikhlasan, kemandirian, kesederhanaan, ukhuwah dan jiwa merdeka.
Prof.Dr.Musliat, Prof.Dr.Ki Supriyoko Taman Siswa, KH. Mahrus Amin

Tak dapat disangkal, bahwa semua itu karena minimnya pendidikan agama sedari dini, sejak manusia dalam kandungan. Sejak kecil harusnya seorang anak tidak dibiarkan berkeliaran di luar kontrol orang tuanya. Orang tua terkadang sibuk mencari nafkah, dengan dalih demi kelangsungan hidup keluarga. Mereka lupa, hakekatnya pendidikan akhlak dan kasih sayang kepada anak adalah lebih penting dari sekadar menimbun uang.
ANAK, AMANAH ATAS KEDUA ORANG TUA
Kita tak perlu heran terhadap mereka yang telah menyia-nyiakan perintah Allah di dalam hak anak dan keluarga mereka. Seandainya api dunia mengenai anaknya atau nyaris menyentuhnya, pasti ia akan berjuang sekuat tenaga untuk menghindarkan anaknya dari api tersebut, dan buru-buru pergi ke dokter untuk segera mengobati luka-lukanya. Adapun api akhirat, maka ia tidak mau mencoba untuk membebaskan anak-anak dan keluarganya darinya. Wallahu al Musta’an.
Padahal Allah ‘Azza Wajalla telah berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).
Seorang ayah adalah penanggung jawab pertama, lantaran ia sebagai pemimpin dalam rumah tangganya, maka ia akan ditanya oleh Allah ‘Azza Wajalla tentang rumah tangganya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ
“Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya, dan ia akan ditanya atas kepemimpinannya, dan seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan anaknya, maka ia akan ditanya tentang mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh sebab itu, kedua orang tua harus bangkit melaksanakan kewajibannya terhadap anak, berupa perhatian, pengawasan, dan pendidikan yang baik, agar kelak menjadi generasi yang baik dapat memberi manfaat bagi orang tua dan kaum Muslimin yang lain.
HAL PERTAMA YANG PERLU DIAJARKAN KEPADA ANAK
Orang tua, terutama ibu, memiliki peranan terbesar dalam pendidikan anak-anaknya. Akan tetapi seringkali mereka tidak mengetahui dari mana mereka harus mulai menanamkan akidah Islam pada buah hatinya, bagaimana mengajarkannya dan bagaimana menancapkannya pada hati mereka.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah teladan terbaik bagi kita dalam segala hal, termasuk dalam pergaulan beliau dengan anak-anak. Dalam masalah ini, kita bisa memetik lima pokok dalam pendidikan beliau terhadap akidah anak-anak:
1. Membiasakan anak mengucapkan dan mendengarkan kalimat tauhid dan memahamkan maknanya jika ia telah besar.
Wajib atas orang tua untuk menumbuhkan tauhid terhadap Allah pada anak-anaknya sedari dini. Oleh karena itu, ajarkan dan pahamkan anak bahwa Rabb mereka adalah Allah ‘Azza Wajalla Dialah yang menciptakan, yang memberi rejeki, yang menghidupkan dan makna-makna rububiyyah Allah lainnya. Setelah mengenal keagungan Allah dalam rububiyah-Nya, iringilah dengan mengajarkan bahwa Allah-lah yang berhak untuk disembah, diibadahi, disyukuri, diharapkan dan hanya kepada-Nya pula ditujukan segala jenis ibadah. Tak kalah pentingnya memperingatkan mereka dari syirik dan menjelaskan bahayanya pada mereka.
2. Menanamkan Kecintaan anak terhadap Allah
Dalamnya kecintaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan tertanamnya keimanan terhadap takdir-Nya membawa seorang anak untuk bisa menghadapi hidupnya dengan optimis dan tawakkal. Benih cinta kepada Allah yang tertanam akan menumbuhkan keberanian, karena dia akan menyadari bahwa tidak ada yang pantas ditakuti kecuali kemurkaan-Nya.
Gambaran keberanian yang menakjubkan ini terlukis pada diri seorang anak kecil, hasil didikan generasi mulia, Abdullah bin Az-Zubair. Suatu saat Abdullah dan anak-anak sebayanya berkumpul dan bermain-main di suatu jalan. Ketika melihat Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhum lewat di jalan tersebut, semua anak berlarian kecuali Abdullah bin Az-Zubair. Menyaksikan peristiwa itu, Umar merasa takjub sehingga bertanya kepada anak kecil itu, apa sebabnya ia tidak lari seperti anak-anak lainnya. Abdullah kecil pun menjawab, “Aku tidak bersalah sehingga aku harus lari, dan aku tidak takut pada Anda, sehingga aku harus meluaskan jalan bagi Anda.”
Inilah sosok mungil Abdullah bin Az-Zubair, tidak ada yang ditakutkannya kecuali kemurkaan Rabbnya karena melanggar larangan atau meninggalkan perintah-Nya.
3. Menanamkan kecintaan anak pada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
Dalam riwayat Bukhari dari Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhum bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدَكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dia cintai daripada ayahnya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari).
Betapa pentingnya kecintaan terhadap Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sampai-sampai tidak akan sempurna iman seseorang tanpanya.
Membacakan sirah (sejarah) Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan mengenalkan mereka akan sifat-sifat beliau yang mulia merupakan upaya terbaik untuk menumbuhkan kecintaan mereka pada beliau.
4. Mengajarkan pada anak Al Qur’an Al Karim
Sepantasnya bagi orang tua untuk memulai pelajaran bagi putra-putrinya dengan Al Qur’an sejak dini. Yang demikian itu untuk menanamkan pada mereka bahwa Allah adalah Rabb mereka dan Al Qur’an adalah firman-Nya. Menancapkan ruh Al Qur’an pada hati-hati mereka dan cahaya Al Qur’an pada pikiran-pikiran mereka, sehingga mereka tumbuh di atas kecintaan kepada Al Qur’an. Hati mereka menjadi terikat padanya sehingga mereka siap untuk mengikuti perintahnya dan berhenti dari larangan-larangan yang ada padanya, berakhlak dengan akhlak Al Qur’an dan berjalan di atas manhajnya.
Imam As-Suyuthi mengatakan bahwa mengajarkan Al Qur’an pada anak merupakan salah satu pokok Islam agar mereka tumbuh di atas fitrahnya, dan cahaya hikmah itu lebih dahulu menancap di hati mereka sebelum menetapnya hawa nafsu, kotoran-kotoran maksiat dan kesesatan.
Para salafus shaleh biasa mengajari anak-anak mereka Al Qur’an sebelum mencapai usia 3 tahun, sehingga kita akan dapati pada usia yang masih belia, mereka telah menghapal Al Qur’an. Sebut saja Imam Syafi’i, beliau telah hapal Al Qur’an pada usia 10 tahun, demikian pula Imam Nawawi rahimahumallah.
5. Mendidik anak untuk. berakhlak yang baik
Islam sebagai agama yang sempurna dan relevan di setiap tempat dan zaman sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sebagaimana sabdanya,إ
إنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
“Aku diutus oleh Allah tidak lain untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani).
Akhlak merupakan tolok ukur iman seseorang. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna akhlaknya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani).
Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah ditanya tentang penyebab yang paling banyak orang masuk surga. Beliau menjawab,
تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani).
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ
“Tidak ada sesuatu yang paling berat dalam timbangan melebihi akhlak yang baik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Hadits-hadits di atas menunjukkan betapa akhlak yang baik memiliki keutamaan dan ketinggian derajat. Sudah sepantasnya apabila kita berusaha untuk memilikinya. Tetapi perlu diingat bahwa ukuran baik buruknya akhlak seseorang tidaklah didasari oleh selera individu masing-masing, atau menurut adat istiadat yang berlaku di masyarakat. Semuanya harus berpedoman menurut norma Islam.
6. Memilih sekolah / lembaga pendiLedikan yang baik bagi anak
Adanya generasi yang buruk, bukan karena kesalahan mereka semata, namun ada faktor lain yang turut menentukan hal tersebut.
Selain keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak-anak, pendidikan formal pun memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Akan tetapi, pendidikan formal saat ini, pada umumnya tidak mampu mendidik anak didiknya dengan baik. Contoh, sekolah/lembaga pendidikan hanya sekadar mentransfer ilmu, sedangkan pembinaan kerpribadian jarang dilakukan. Belum lagi kurikulum yang diterapkan sebagian besar adalah ilmu umum, sedangkan ilmu agama sangat sedikit sekali, menyebabkan anak didik berperilaku kurang baik.

Sabtu, 05 Januari 2013

Silaturrohim Gubernur Kaltim dengan Warga LDII Kaltim

silaturrohim gubernur dengan warga ldii kaltim
Samarinda, 12 Agustus 2012, Gubernur Kalimantan Timur menghadiri acara pengajian yang diselengg arakan oleh DPW LDII Kaltim. Kedatangan Gubernur disambut oleh jajaran Pengurus LDII dan ribuan warga LDII yang hadir dalam acara pengajian, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Aziziyah, Mugirejo Samarinda. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga didampingi oleh seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Seluruh Kepala Dinas).

Pada kesempatan itu, ketua DPW LDII Kaltim HM.Sutamsis, SH,MH,MKn .Dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Gubernur dan Rombongan dalam acara pengajian ini, semoga  hubungan silaturrahim Gubernur dengan warga LDII terus terbina dengan baik dan LDII dapat meningkatkan peran sertanya dalam membantu pemerintah untuk pembinaan umat dan generasi penerus.

Disampaikan pula bahwa LDII telah berkembang dengan baik di bumi etam Kaltim di 12 Kabupaten/kota dengan jumlah warga kurang lebih 30.000 jiwa. Hal tersebut tidak terlepas dari prinsip dakwah LDII dengan slogan Green Dakwah yaitu dakwah yang dilaksanakan berdasarkan Alqur’an dan Al Hadits, membawa kemaslahatan umat, dilakukan dengan penuh kasih sayang, santun, penuh toleransi, tidak anarkis, dan tidak provokatif.

silaturrohim gubernur dengan warga ldii kalimantan timurDalam sambutannyan Gubernur mendukung penuh program kerja yang di laksanakan loleh DPW LDII Kaltim dan mengapresiasi beberapa prestasi yang diraih oleh kader LDII melalui program olah raga pencaksilat yang terhimpun dalam Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD. Dan mendorong kepada generasi muda LDII untuk di latih kewirausahaan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Sehingga memiliki ketrampilan yang dapat meningkatkan perekonomian kedepan. Selain itu untuk mendorong kemajuan dakwah LDII kedepan, Gubernur memberikan arahan agar dalam berdakwah LDII bisa kasih mengasihi sesama manusia, memiliki komitmen yang jelas, loyalitas berbangsa dan bernegara , tanggung jawa, kebersamaan dan bersatu.

Kamis, 03 Januari 2013

PERGANTIAN TAHUN

Tak terasa sudah dipenghujung tahun.. Seperti biasa saat dipenghujung tahun, kebanyakan orang sudah mulai sibuk untuk merencanakan kegiatan menghabiskan malam pergantian tahun. Bagi orang "berduit" Ada yang berinisiatif untuk pulang kampung, jalan-jalan ke tempat wisata baik dalam dan luar negeri. Bagi yang berkantong "pas-pasan" mungkin hanya merayakan malam pergantian tahun di rumah masing-masing bersama keluarga dengan bakar jagung dan petasan..
Bagi sebuah instansi, organisasi, atau perusahaan saat penghujung tahun adalah waktunya sibuk untuk merencanakan program/strategi yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan datang. Perusahaan yang tahun ini merugi, akan memikirkan strategi apa yang harus dilakukan tahun depan agar bisa untung. Sebuah organisasi "politik" mulai sibuk memikirkan strategi agar "Calon" yang "diusung" bisa menang pada tahun depan.. :D

Dipenghujung tahun adalah waktunya para"orang normal" memberikan hasil penerawangannya. Mereka mengatakan "Tahun depan akan ada artis yang meninggal", padahal emang setiap tahun ada aja yang meninggal.. Tahun depan ada artis yang akan cerai.. (penerawangan klasik..). Bagi seorang desainer, mereka akan memprediksi gaya apa yang akan "Trend" tahun depan. Bahkan mungkin ada yang memprediksi pengganti "Cetar Membahana Dunia Akhirat".. :D.

Adakah sebagian orang atau golongan yang "mengkoreksi" dirinya sejauh mana mereka beribadah pada Allah selama setahun yang akan berlalu?? Adakah sebagian orang atau golongan yang mengatur strategi bagaimana agar tahun depan bisa beribadah lebih baik lagi dari pada tahun yang akan berlalu??

Dalam hadits dijelaskan bahwa " Tidak akan datang suatu tahun, kecuali tahun sesudahnya akan lebih jelek dari tahun sebelumnya".HR. Bukhori

Untuk urusan dunia bolehlah kita berbangga, InsyAlah ke depan semua akan tambah baik. Sebaliknya untuk urusan agama, urusan ibadah "Who Knows"?? sesuai dalil akan lebih jelek dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini moral manusia semakin rusak, salah satunya adalah pada tahun ini ada sekelompok pelajar yang melakukan arisan untuk menyewa seorang PSK secara bergiliran... # geleng-geleng kepala.. Sudah bukan hal "tabu" lagi, bahwa pasangan belia berpelukan, berciuman, ber "he em he em" di jalan layang setiap malam khususnya di wilayah ibu kota.. Ada lagi cerita seorang pria menyebarkan video "percintaan" dengan mantan pacarnya di sosial media, sepertinya perzinahan sudah dianggap biasa ya... Naudzubillahimindzalik....
Bagaimana dengan tahun depan ??? Kerusakan apalagi yang akan kita hadapi...

Dalam hal ini ormas islam khususnya LDII dan ormas islam lainnya harus bekerja sama dengan orang tua, pemerintah, Alim ulama, dan tenaga pendidik untuk terus membina generasi penerus bangsa. Jika moral generasi penerus tahun depan sudah "rusak" So.. Generasi penerus tahun berikutnya akan semakin "rusak".. :(

Mungkin khususnya kita pemuda, di penghujung tahun ini harus mulai intropeksi bagaimana semangat dan kelancaran beribadah kita tahun lalu. Jika dirasakan melemah dan tidak  lancar dalam beribadah, tidak ada salahnya kita mulai memikirkan tips & trik apa yang bisa kita lakukan agar kegiatan ibadah bisa lebih baik di tahun yang akan datang. Jika generasi penerus saat ini sudah tidak bisa menegakkan agama dan moral, niscaya tahun depan "kerusakan" akan "Cettar membahana" di bumi kita.. :(

Selamat merenung... Selamat Tahun Baru...!!!
Semoga bermanfaat dan barokah..

Jho2
Sumber gambar : lifestyle.kompasiana

Jumat, 03 Agustus 2012

Istri Sholehah

Rasulullah bersabda :

“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Albani t dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661).

Dari dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut :

1. Mentauhidkan Allah I dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan  sesuatupun.

2. Tunduk kepada perintah Allah I, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Allah I.

3.   Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.

4. Selalu kembali kepada Allah I dan bertaubat kepada-Nya sehingga lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.

5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah I dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.

6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.

Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:

1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.

Rasulullah bersabda :

“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Albani t, no. 287)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?”  Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau bersabda:

“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Albani dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan  ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah bersabda:

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417.  Asy-Syaikh Muqbil t berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah bersabda:

“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

Rasulullah juga pernah bersabda:

“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)

7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah :

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)

Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah, mudah-mudahan Allah memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, aamiin.